Jumat, 26 November 2010

16 November 2010

Nada PujianBaca: Mazmur 150
Ayat Mas: Mazmur 150:6
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 47-49; 1 Tesalonika 4

Jika Anda pernah menonton film Tarzan, Anda pasti ingat salah satu perilaku Tarzan di film tersebut, yaitu bersuara sambil membuat gerakan seperti memukul dada dengan kedua tangannya bergantian. Perilaku ini diadaptasi Tarzan saat ia dibesarkan oleh keluarga gorila di hutan Afrika. Gorila adalah satu di antara empat kera besar langka yang ada di dunia saat ini. Kebiasaan memukul dada, bukan merupakan perilaku yang tanpa makna. Ada yang hendak disampaikan gorila lewat gerak dan bunyi yang ditimbulkan dari perilaku tersebut. Pukulan dengan tempo lambat, tetapi singkat dan menimbulkan bunyi pelan terkadang hanya berarti sapaan, “Hai!” Tempo yang cepat dan panjang sering digunakan untuk menunjukkan eksistensi, kadang juga untuk menarik perhatian lawan jenis. Sedangkan jika dilakukan dengan keras dan menimbulkan suara kuat, bisa berarti ia merasa terusik.
Saya senang memperhatikan vokalisasi satwa, terutama ketika mereka berinteraksi di kelompoknya. Saya bersyukur atas setiap nada yang Tuhan beri di alam semesta. Harmoni yang tercipta menunjukkan bahwa Tuhan begitu sempurna mencipta dan memperlengkapi segala yang bernapas dengan kemampuan untuk memuji Dia.
Kitab Mazmur diakhiri dengan sebuah ayat pendek: “Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan! Haleluya!” Jika margasatwa dan desau tanaman bisa menyenandungkan nada yang membuat hati bersyukur atas kebesaran Sang Pencipta, apalagi kita sebagai manusia. Bukan hanya melalui nyanyian dalam ibadah, melainkan juga lewat tutur kata dan perbuatan yang mengajak siapa saja ikut mensyukuri keagungan Tuhan.

TERIMA KASIH TUHAN UNTUK SETIAP NADA DI ALAM INI
BIARLAH SEGALA YANG BERNAPAS SEREMPAK MEMUJI

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar